Hidup Berawal Dari Mimpu

MASALAH YANG SERING DIHADAPI OLEH PESERTA DIDIK DISEKOLAH

Pendidikan adalah sebuah sarana yang menduduki posisi penting dalam mencetak generasi bangsa dan agama yang cerdas, memiliki ptensi intelektualitas yang tinggi dalam pendidikan umum lebih-lebih pengetahuan agama. Pendidikan di berikan kepada anak didik dengan harapan dapat mencapai tujuan pendidikan itu sendiri “yaitu memberantas kebdhan ummat menuju kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.”

Namun tidak semua sistem pendidikan yang di aplikasikan dapat mencapai tujuannya. Banyak hal yang menghambat transfrmasi pendidikan terhadap anak didik, baik itu faktr internal maupun eksternalanak didik itu sendiri yang knsekwensinya dapat menyebebkan mereka malas belajar, jenuh, dan sebagainya yang pada gilirannya anak tidak dapat meraih pendidikan yang maksimal.

Dalam proses pembelajaran formal banyak hal yang di hadapi anak didik utamanya yang dapat menghambat jalan nya pembelajaran bahkan sering menjadi sebab anak didik putus belajar.
Secara garis besar problematika yang di hadapi anak didik dalam belajar di kerenakan dua faktor yaitu internal dan eksternal.

  1. Faktor internal

Faktor internal yaitu keadaan atau kondisi yang ada pada diri individu masing-masing anak. Faktor ini memiliki dua sisi, yaitu fisiologis dan psikologis. Faktor fisiologis pada ank adalah keadaan jasmani pada umumnya dan keadaan fungsi fisiologis tertentu. Kondisi jasmani ini akan menentukan kondusif dan tidaknya proses pembelajaran. Kondisi fisik yang sehat akan melahirkan aktifitas belajar yang baik, dan sebaliknya kondisi fisik yang lemah akan menghasilkan proses pembelajaran yang lemah pula. Hambatan fisiologis lain nya adalah adanya gangguan terhadap panca indera anak didik: seperti terganggunya penglihatan, pendengaran, pembicaraan dan lain-lain yang menentukan keberhasilana belajar.

Yang kedua faktor psikologis, yaitu faktor kejiwaan anak yang mempengaruhi aktifitas belajarnya. Misalnya:

a.      Rendahnya kemampuan intelektual anak

Kemampuan berfikir anak sangat mempengaruhi baik dan tidak nya menangkap pelajaran, bagi mereka yang memiliki daya intelektualitas tinggi mereka senang dan mudah menangkap pelajaran, tetapi sebaliknya bagi mereka yang kemampuan berfikirnya rendah, mereka akan malas belajar, sulit menangkap mata pelajaran, bosan dan segala macam nya.

b.      Terganggunya perasaan / emosi

Perasaan sering kali mengganggu akal sehat anak didik dan manusia pada umum nya, perasaan yang tertekan (depresi) ini selalu menjadi penghalang ke konsentrasian dalam menangkap mata pelajaran, boleh jadi perasaan depresi ini di sebabkan permasalahan-permasalahan yang dialami oleh mereka, baik dalam hubungan rumah tangga tau sesama teman.

c.       Kurang nya motifasi untuk belajar

Motivasi adalah hal yang sangat penting dalam cita-cita meraih sebuah impian, bagi peserta didik impian besarnya adalah meraih kesuksesan dalam belajar. Namun tidak semuanya dapat meraih itu disebabkan kurangnya motivasi belajar dari orang tua maupun dari pihak edukatif sendiri. Kebanyakan orang tua tidak menyadari akan pentingnya memotivasi anak, sehingga semangat belajar mereka memudar sedikit demi sedikit.

d.      kurang matang nya anak untuk belajar

Belajar membutuhkan niat dan kebulatan tekad, niat yang baik dfan terarah diikuti dengan matangnya hasrat belajar akan membentuk mintal anak didik yang tidak mudah putus asa, rasa capek dan jerih payah yang di hadapi tidak akn dengan mudah mematahkan semangat belajar, karena dalam diri anak didik sudah tertanam tekad dan matangnya niat untuk belajar, sehingga mereka berhasil. Dan sebaliknya kurang matangnya niat, tidak adanya kometment yang kuat mereka akan sembrono dalam proses belajar nya.

e.       Kebiasaan belajar yang kurang baik

Anak didik sering kali tidak teratur atau tidak disiplin dalam belajar, utamanya sekali mereka tidak mampu mengatur waktu kapan harus belajar dan kapan harus mengerjakan aktifitas yang lain, dan sering kali terjadi anak lebih banyak mengerjakan aktifitas yang lain dari pada belajar sehingga kewajiban belajar nya kurang di perhatikan dan tidak maksimal.

2.       Faktor Eksternal

Faktor lain yang sering menjadi masalah terhadap peserta didik adalah karena adanya pengaruh eksternal misalnya:

  • Proses belajar mengajar yang kurang kondusif

Situasi di dalam kelas sangat menentukan baik dan tidaknya proses belajar mengajar antara guru dan peserta didik. Apabila ruang kelas itu kondusif maka proses belajar mengajar pun akan berjalan dengan baik pula, anak didik mudah memahami mata elajarn yang diberikan. Tetapi apabila suasana ruangan itu tidak kondusif maka proses pembelajaran pun tidak akan berjalan sesuai dengan yang di harapkan.

  •  Kurang adanya dukungan dari orang tua karena lemahnya tingkat sosial ekonomi mereka

Masalah finansial sering kali menjadi penghambat yang serius dalam pendidikan, banyak anak berhenti belajar dan lebih memilih pekerjaan yang dapat menghasilkan uang dengan alasan mereka tidak memiliki biaya untuk membayar uang sekolah. Karena memang dalam hisup ini tak ada yang geratis, semuanya akan berjalan dengan uang, termasuk pendidikan yang sangat urgensi keterkaitan nya dengan uang. Bagi kelompok masyarakat yang lemah dalam kehidupan sosial ekonominya maka mereka enggan untuk memberikan dukungan terhadap putera puterinya sehingga mereka membiarkannya menjauh dari dunia pendidikan, tidak lagi berantosias untuk memotivasi anak agar melanjutkan studi nya, yang pada giliran nyamereka akn kehilangan kesadaran akan pentingnya menggali ilmu pengetahuan di bangku sekolah.
Latar belakang sosial yang tidak menunjang Kondisi ini biasanya sering di temukan pada kelompok masyarakat awam yang orientasinya bukan kepada pendidikan, tetapi lebih memandang pentingnya pekerjaan untuk mendapatkan uang, menjadi pembantu, bekerja untuk siapa saja yang akan memberi imbalan dari pekerjaan nya itu dan lain-lain. Anak didik tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat di sekeliling nya, peserta didik merasa termarginalkan dalam kehidupan sosial mereka yang pada giliran nya mereka akan sedikit demi sedikit mersa enggan untuk belajar .

Kemudian juga yang menjadi problem bagi anak didik adalah kurang relefan nya antara program pendidikan di sekolah dengan tujuan atau kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.